takengon, siapa yang takkenal nama tersebut, nama yang idintik dengan kota di dingin di daratan tinggi aceh, kini ku ketahui daerah dingin ini. Disaat malam tiba (pass magrib) dingin dah mulai kerasa, siang hari panas kdang2 muncul begitu saja
).
ane singgah di kota ini sejak 27 May 2008 dengan alasan klasik (cari rezeki syehdara), maklum geutanyoe ilmee kureung, jadi kemana aja boleh dah, asal bisa nambah penghasilan. Mungken sekarang belum saat-a tuk profesional pada diriku (atau selama-a ya), entahlah, ku pun tak tau, yang penting ku berdua pada POE geutanyoe penguasa Alam Semesta, ALLAH Swt bu mudah rezeki bagi guree2 lon, keudua ureng jih lon nyan dan kepada syehdara kaum muslimin dan muslimat bansigom donya.
oh ya kembali ke asal kata takengon, di takengon ini (pemirsa saya berada di daerah dingin –> kayak jejak petualang di transTV, macam betul aja ….hahaha)… lagee aneuk seribu pulau. disni terkenal dengan identitas kopi, kopi paling di gemari di tanami masyarakat jenis arabica (kata-a mahal sih, gak tau juga ni), jenis robusta ada juga sih cuma agak langka disini.
eh…eh… ngomong masalah kopi, disini ada cing cafe kayak starbuck, nama barcendal (kalau gak sal gitu tulisannya), barcendal cafe nuasa agak2 mirip starbuck dengan harga lumayan miring lah tuk kita (bukan promosi ni), letaknya didaerah bener meuriah, tepat-a dipinggi jalan mau ke takengon, suasana ruanga-a keren coy, kopi arabica-a kerasa kali, ada juga di jual perbungkus, kalau gak salah 1 kg = IDR 40.000 deh..
inilah pengalaman pertama di kota dingin aceh (takengon……)
Saleum
ahmed